Penggunaan Bahasa Yang Asik Dalam Blog

Rabu, Desember 28, 2016

Pagi ini saya mengeluarkan keluhan pertama saya pada suami tentang kebiasaan beberapa blog yang saya baca. Keluhan apa yaaa bu??

Kayaknya sih saya sudah pernah menuliskan hal ini di salah satu postingan saya. Hehehe. Tentang mencampur adukkan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris dalam menulis.

Mungkin sudah jadi hal yang umum sekarang semua orang mampu berbicara atau menulis dalam dua bahasa. Bahkan GA jarang kalau kita berbincang mencampur-campurnya seperti Gado-Gado. Saya sih ga keberatan kalau mendengar (walau sebaiknya juga jangan). Jadi aneh waktu membacanya di beberapa blog. Bacanya jadi ngos-ngosan. Mungkin masih bisa diterima kalau 1 kalimat selipan Bahasa Inggris, lalu kalimat Bahasa Indonesia. Yang mengganggu sekali kalau dalam satu kalimat ada dua bahasa yang dicampur aduk. Misalnya,

I know semua orang bisa dua bahasa. Actually, malah aneh kalau kita ga mau develop our language ability.

Punggung saya langsung tegang, leher kaku tiap baca kalimat kayak di atas. Marsak kalau kata orang batak. Masih lebih nyaman sekalian baca yang semua tulisannya Bahasa Inggris. Otaknya jadi ga ganti-ganti kamus. Hihihihi,

Rempong banget sih,Las... urusan blogger masing-masinglaaahh.

Iya sihhh bener. Saya juga ga berat-berat amat, ga akan ngomongin soal nasionalisme dll. Tapi ini curahan hati pembaca hahahha. Kalau memang kita mau nulis buat dibaca orang lain, akan lebih baik mempertimbangkan cara menulis yang baik dan benar toh? Biar pesan yang disampaikan juga bener-bener nyampe. Ga harus dengan bahasa kaku, tapi enak dibaca gitu loohhh.

Tapi kalau blognya memang udah kesenangan pribadi. Ya gpp sih. Namanya juga masukan. Dipertimbangkan, saya tersanjung. Dilupakan, tak mengapa.

Itu aja sih gaya bahasa yang asik dalam ngeblog buat saya. Eeeaaaa.....

Tulisan singkat dari emak-emak yang mau nyeterika lagi.


You Might Also Like

2 op-knee

  1. eaaaaaaaaa hahaa

    Ya sih semua nya memang harus dalam porsi yang tepat. Yang berlebihan tidak baik, termasuk dalam urusan campur mencampur bahasa. Tp kalo udah kebiasaan, ya gimana wkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Laili udah mampir. Kalau soal campur2 bahasa balik lagi ke masing2 penulis sih. Kalau memang ga terlalu mikirin urusan siapa yang baca, mau bahasanya dicampur inggris, sunda, korea, nigeria udah terserah kita deh. Tapi kalau kita nulis dan punya sasaran pembaca, nah udah harus mempertimbangkan masukan dan kritik. Kalau memang mau lebih berkembang. Itu sih menurut aku ;)

      Hapus

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

recent posts

Popular Posts

Add Me ON

Blogger Perempuan

BB Member

Daftar Blog Saya

Subscribe