Bongkar Pasang Jadwal Rumah Tangga

Senin, September 26, 2016


Setelah seminggu libur main. Hari ini main lagi. Misahin sendok sama garpu. Garpu dan sendoknya diambil dari mangkok yang ada di sebrang ruangan. Harusnya satu-satu, dia malah ambil sekaligus. Ga sabaran kayak emaknya. Kalau bisa seakaligus, kenapa harus satu-satu? HAHAHHA *nangis

Hari ini akhirnya bisa menyelesaikan semua setrikaan. Puji Tuhan. Itu juga karna "melepas" Gyan main di luar. Mumpung nunggu cucian dan nunggu ayam siap diungkep, nulis sebentar. Seharian ga ngomong sama manusia, hiburan cuma sosial media. Kasian amat gua *mojok di di ruangan.


Saya yakin banget, seyakin-yakinnya, urusan jadwal rumah tangga itu bukan cuma saya yang bergumul. Pasti banyak ibu-ibu lainnya juga punya masalah kayak saya. Bongkar pasang jadwal dan konsistennya cuma seminggu atau dua minggu. Ini salah satu yang sering membuat saya merasa jadi orang gagal. Ga semua urusan rumah bisa dipegang. Yang bagian ini beres, bagian yang lain berantakan. Frustasi berat yaaa. Apalagi kalau dekat-dekat datang bulan. Labilnya ga enakin banget (baru berasa banget pas udah lahiran). Moodnya droop dengan alasan ga jelas, sadar banget alesannya ga bisa diterima, tapi ya itu muncul di hati aja. Buat ngatasin yang kayak gini aja Tuhan harus bongkar pasang berkali-kali.


Main nuang beras lagi. Bisa betah lama-lama kalau main ini.

Jadi, bulan ini Mama Gi belajar nyusun jadwal lagi yang bangun kebiasaan mengerjakan hal-hal kecil supaya ga numpuk. Memang jadinya ga bisa duduk santai lama-lama. "Mencambuk daging" sendiri biar mau gerak walau masalahnya kecil. Malem bener-bener bisa tepar banget, tapi bisa bangun lebih awal dari biasanya.

Mungkin terlalu terlambat buat bikin jadwal kayak gini, tapi dari pada ga sama sekali.

Iya, kalau dari kecil kita ga punya keteraturan, udah besar kita akan bergumul dengan hal itu. Apalagi kalau di dunia kerja (IRT juga kan dunia kerja ya) yang menuntut tanggung jawab dalam hal membagi waktu dan prioritas.

Bergumul soal ini memang kesannya sepele ya, tapi buat saya yang ga pinter bagi waktu dan prioritas, bolak-balik belajar soal ini sama menderitanya waktu bikin skripsi hahahhaha. Butuh hikmat dan kekuatan dari Tuhan banget.


Biar sekalian main dan menyalurkan energi si bocah, ajakin urus urusan rumah. Biar ga asing juga kalau udah gede diminta bantuin Mama ya. Yang ini pun harus belajar sabar. Kadang-kadang kan ibu-ibu maunya cepet-cepet


Semoga untuk yang saat ini benar-benar berhasil. Gimana pun untuk membuat Gyan punya hidup yang teratur, Papa Mamanya pun harus punya hidup yang teratur. Anak-anak belajar dari perilaku orang tua, bukan nasehatnya semata.

Kalau benar-benar berhasil, semoga bisa saya bagikan, siapa tahu ada mahmud yang bergumul dengan kondisi yang sama. God bless me.

You Might Also Like

0 op-knee

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

recent posts

Popular Posts

Add Me ON

Blogger Perempuan

BB Member

Daftar Blog Saya

Subscribe