Bukaan 1 (Gi Menuju Kelahiran)

Hari Sabtu, tanggal 26 Agustus (salah nih, harusnya 26 Juli :p ) pagi, saya bangun seperti biasa. Aki sudah bangun duluan dan sedang tidur-tiduran di ruang tamu. Layaknya kebiasaan kita bangin tidur, pasti pengen pipis kan? Begitu pula saya. Tapi pagi itu tidak seperti biasanya. Saya agak kaget melihat ada flek darah di pakaian dalam saya.
Saya tidak panik atau bagaimana, yang ada dipikiran hanya beri tahu Aki atau tidak. Saya tidak mau dia khawatir. Toh, saya tidak merasakan sakit apa-apa.
Tapi, Tuhan 'menggetok' kepala saya, mengingatkan kalau Gi bukan anak saya sendiri. Apa pun yang terjadi, enteng atau berat, Aki harus tahu.
Akhirnya dengan ekspresi plegmatis, saya beri tahukan kalau ada flek di pakaian dalam saya. Benar, Aki langsung kaget. Dia bertanya ini itu, googling ciri-ciri menjelang kelahiran, dsb. Kami menelepon ke dokter kandungan kami (Dr.Soedirmanto), tapi tidak diangkat-angkat. Daripada menunggu lama, kami putuskan untuk ke rumah sakit. Sebelum siap-siap saya sms dokter menjelaskan kondisi saya. Siapa tahu dibalas.
Eh, benar. Selesai beres-beres sms saya sudah dibalas. Kami diajak ketemu diklinik saja. Untungnya kami belum berangkat ke rumah sakit.
Jadilah kami berangkat ke klinik. Sambil diskusi tanda-tanda kelahiran. Mama saya telepon, disuruh langsung ke rumah sakit, Mama mertua bilang banyak jalan. Aki cerita ke teman kerjanya, ternyata istrinya flek juga dan sudah bukaan 4, tapi tidak merasa mulas sama sekali.
Di klinik, setelah menunggu giliran, seperti biasa periksa berat badan dan tekanan darah. Dokter tidak banyak mengatakan apa-apa. Hanya ditenangkan supaya tidak terlalu kuatir. Dari hasil USG kondisi Gi juga baik dan sudah masuk jalan lahir. Kami disarankan menunggu di rumah saja sampai kontraksi meningkat karena kalau menunggu di rumah sakit malah akan membuat kondisi psikologis ibu tertekan.
Setelah konsultasi dan merasa tenang, kami pulang. Lebih tepatnya ke mall dulu akakakak. Supaya saya bisa jalan-jalan.
Sepertinya memang waktunya lahir sudah dekat. Saya yang biasanya bisa jalan betjam-jam, waktu itu jalan 1 jam saja sudah lelah sekali. Belum lagi rasa eneg yang muncul seperti waktu awal kehamilan.
Di rumah saya langsung istirahat. Aki masih sibuk googling tanda-tanda kelahiran. Berkali-kali ia bertanya fleknya bagaimana? Warna apa?? Kelehitan sekali paniknya. Hehehe. Berkali-kali ia katakan deg-degan.
Waktu setelah makan malam dan saya pijat pinggang Aki karena sedang sakit perut, Aki doa dan tumpang tangan perut saya yang buncit. Setelah kami berdoa, Aki kelihatan lebih tenang, tapi waktu mau tidur tetap saja Aki tidak bisa tidur. Hehehehe. Sudah saya garuki punggungnya pun sepertinya masih belum bisa meredekan kegelisahannya.
Aki tetap tidur, tapi saya tetap bisa merasakan tidurnya tidak senyenyak seperti biasanya. Saya sendiri juga tidak terlalu bisa tidur. Saat saya sudah tertidur dengan masih merasakan rasa tidak nyaman di pinggang dan perut saya, tiba-tiba pinggang kanan saya terasa sakit sekali. Seperti ditumbuk dengan keras.
Saya beri tahu Aki yang langsung terbangun (biasanya Aki bukan tipe yang langsung bangun..akakak). Kami putuskan segera ke rumah sakit. Saya siap-siap sementara Aki memesan taksi.
Sekitar jam setengah 2 pagi kami sampai di RS Harapan Kita. Pinggang saya sudah tidak terlalu sakit, tapi kami juga tidak mau mengambil resiko dengan menunggu di rumah. Setelah beres mendaftar kami langsung pergi menuju tempat rawat inap untuk ibu hamil. Sempat kesasar, tapi tidak jauh. Sampai di tempat yang kami tuju, kami menyerahkan kertas pendaftaran yang diberikan dari UGD. Suster jaga langsung mengantar kami ke kamar rawat inap, memberikan baju khusus persalinan, dan memonitor detak jantung Gi. Yang paling membuat ngilu dan nyeri adalah saat periksa dalam. Sakiitttt!! Tapi, ya ditahan-tahan. Ternyata baru bukaan 1. Agak kecewa karena katanya bukaan satu bisa lama bisa sebentar.
Suster akhirnya menunggu sampai siang untuk memonitor perkembangannya. Flek yang terus menerus keluar dan melihat Aki tidak bisa tidur karena dingin dan bunyi mengorok suami pasien sebelah, saya jadi tambah tidak nyaman. Benar kata dokter, lebih baik tunggu di rumah.
Ah, iya ternyata pasien yang satu ruangan saya sudah 24 jam di RS dan sudah bukaan 4. Herannya dia belum merasakan kontraksi sama sekali. Saya jadi bingung. Sementara istri teman kantor Aki sudah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Lihat fotonya di WA jadi ikut senang dan terharu sekaligus degdegan ngarep dan cemas.
Hari Minggu siang, jantung Gi dimonitor lagi. Sehat dan tidak ada tanda-tanda kontraksi. Suster menyarankan kami menunggu di rumah saja dan saya mengiyakan penuh semangat. Sebelum kami pulang, seorang asisten dokter memeriksa bukaan saya dulu dan ternyata masih bukaan 1 juga. Hiks. Semakin bulat memutuskan untuk pulang.
Sekarang, sudah hari ke - 4 sejak flek. Hari ke-3 sejak pembukaan 1 dan belum ada kontraksi yang berarti. Gi masih bergerak lincah di perut dan sepertinya senang-senang saja. Sementara saya harap-harap cemas. Mengharapkan ada tanda kontraksi yang semakin sering sebagai tanda kami akan segera bertemu Gi.
*lapkeringat, tapi mencoba bersabar saja. Aki ingatkan terus supaya tetap happy supaya dan Gi tetap sehat. Kakak saya malah lebih ketakutan dan menyarankan saya untuk sesar. Saya sempat mempertimbangkannya, tapi saya tidak mendapatkan iman untuk melalukan operasi sesar. Sejak awal kehamilan saya mendapat iman untuk melahirkan normal dan kami mendapatkan konfirmasi dari hasil tes, pemeriksaan, dan pernyataan dokter. Sampai hari ini saya masih mengimani bisa melahirkan Gi dengan normal. Tapi kalau kehendak Tuhan berbeda, Tuhan pasti akan tunjukkan.
Ah, ya sambil menulis ini pinggang mulai terasa sakitnya. Semoga tanda-tanda kontraksi. Hehehehe..
Tetap happy, tetap bersyukur, tetap berharap, Tuhan pasti jagain Mama, Papa, dan Gi. Aminn.

3 Comments

  1. Wiiih~ Aku ikutan tegaaaang~ hyaaaa~

    Semangat terus mbak lasma...aku dukungd alam doa :D semoga Gi lahir dengans ehat....

    BalasHapus
  2. Semoga anak dan ibunya sehat yaa. Tuhan Yesus menyertaimu. amin

    BalasHapus
  3. koq tanggal 26 agustus yach ??? kan masih bulan berjalan

    BalasHapus