Logika Iman

Rabu, Januari 29, 2014

Akhir-akhir ini sedang heboh berita artis muda Asmirandah pindah agama dari Islam ke Kristen. Saya tidak tahu kebenarannya dan tidak tahu juga apakah dia benar-benar terima Tuhan atau tidak, tapi berita ini memunculkan lagi perang antara saudara seayah beda ibu. Ishak dan Ismael.

Waktu baca komentar-komentar yang nyinyir, mengutuk dsb-nya, saya tidak terlalu peduli, tapi waktu mulai dibawa ke perdebatan soal iman, kitab palsu, kenapa Tuhan tidak menyelamatkan dirinya bla.bla.bla... Agak panas juga. Jadi inget jaman mahasiswa suka debat soal beginian. Sayangnya dasar literatur saya kurang. Baca Alkitab saja belum pernah seleai.


Tapi waktu baca perdebatan itu, saya jadi ingat perenungan saya beberapa bulan ini. Perenungan apa ya?

1. Perdebatan Tentang Alkitab Sudah Tidak Asli
Orang sering bertanya tentang hal ini, tapi kemudian bertanya, "Mana ayatnya kalau Yesus mengaku sebagai Tuhan?" Kalau dipikir-pikir, seandainya pun saya beritahu jawabannya akan menjadi hal yang aneh. kenapa? Karena dia tidak percaya Alkitab. Dia percaya Alkitab itu palsu dan pasti ayat yang saya berikan akan dia anggap palsu. Jadi, perlukah saya menjawab pertanyaan seperti demekian? Jawab saja sih, tanpa perlu marah. Dengan anggapan orang ini memang mau cari-cari kesalahan saja dan apa pun jawaban kita tidak akan memuaskan dia.

Ada lagi yang berkata kalau Tuhan Yesus sudah menubuatkan Nabi Muhammad akan datang. Orang ini melampirkan ayat-ayat tentang janji Tuhan atas kedatangan Roh Kudus. Yang ini saya makin bingung lagi. Kalau kita tidak percaya sebuah kitab, bagaimana kita bisa yakin kitab itu membicarakan nabi yang kita percaya? Bisa saja itu editan manusia semata.
Intinya, kita tidak bisa meminta jawaban pada sesuatu yang udah kita putuskan kita ga percaya pada hal tersebut. Kecuali, kita berhenti memasang tembok dan bertanya dengan keingin tahuan yang tulus.
Pertanyaan terbaik dilemparkan bukan untuk menjatuhkan orang lain dan membesarkan diri, tapi untuk membangun diri sendiri dan orang lain.


2. Logika Tuhan
Selama ini kita tahu kalau Tuhan itu Maha Besar dan Maha Kuasa. Dia Esa dan hanya ada satu. Kita orang Kristen percaya itu. Juga agama samawi lainnya.
Yang membuat saya bertanya-tanya akhir-akhir ini, saya juga menanyakan ini pada Tuhan. Jika mereka mengakui kebesaran Tuhan, bahwa Tuhan bisa melakukan apa pun, kenapa mereka mempertanyakan "Kenapa Tuhan harus jadi manusia, dilahirkan, makan, tidur, pup dsb?"

Bukankah jawabannya sudah jelas? Karena Tuhan Maha BESAR. Dia bisa melakukan apa pun yang Dia mau. Kalau Dia harus menebus dosa manusia dengan menjadi manusia dulu lalu disalibkan... Buat Tuhan apakah itu tidak mungkin? Kalau mengatakan Tuhan tidak mungkin melakukan demikian bukankah sama saja dengan kita mengatakan Tuhan tidak Maha Besar. Kekuatannya hanya terbatas di tahta-Nya. Kalau Dia tidak ada di tahta-Nya, Dia tidak punya kekuatan apa-apa. Berarti Tuhan tidak Maha Besar.

Kalau Tuhan jadi manusia, berarti surga kosong? Ini pertanyaan yang sangat membatasi Tuhan. Apakah kekuatan Tuhan sama seperti manusia? Yang jika kita berada di ruangan 1 maka di ruangan lain kosong. Bukankah kita percaya Tuhan Maha Hadir??

Bagaimana dengan Tritunggal? Kita percaya Tuhan itu satu, tapi kita membatasi diri kita untuk mengerti bahwa Dia bisa menjadi apa pun yang Dia mau. Apakah Dia mau menjadi ada tiga atau lima. Dalam hal ini Tuhan yang saya percaya menciterakan dirinya dalam 3 pribadi. Cukup hanya 3. Apakah suatu saat Dia bisa merubahnya? Bukankah itu terserah Dia?

Intinya, banyak pertanyaan yang saudara sepupu kita lemparkan untuk menyatakan bahwa iman orang Kristen itu tidak masuk akal dan tidak masuk logika. Sejujurnya saya setuju,banyak pula ayat-ayat yang tidak sinkron antara kitab satu dengan kitab lain. Tapiiii... Seperti yang saya bilang di atas, saya punya iman pada Alkitan sebagai Firman Allah, jadi kesalahan apa pun yamg ada di sana (dimata manusia) saya tetap mengimaninya sebagai kebenaran.

Sebaliknya setiap kali berdebat dengan saudara sepupu dan memerima jawabam dari mereka, saya menjadi tambah bingung karena logika mereka memang tidak nyambung dengan logika saya. Tuhan mereka Maha Besar titik. Tuhan saya Maha Besar dan bisa melakukan apa pun dan menjadi apa pun, Dia Maha Hadir dan Maha Kuasa. Orang pintar seperti Einstein pun tidak akan bisa mendalami Seberapa lebar, panjang, luas, dan dalamnya kebesaran Tuhan.

Jadi, emang susah kalo debat udah sama-sama ga nyambung logikanya. Kecuali, kalau memang mau debat secara literatur, sejarah, dsb yang benar-bemar ilmiah. Tapi, kalau soal iman.... Saya meragukan kenyambungannya. Bisa saja sih kalau Tuhan berkenan :D.

*cuma mikir

amsaLFoje via Blogaway

You Might Also Like

5 op-knee

  1. Bener, Cha! Rahasia Kerajaan Allah memang cuma dibukain ke mereka yang udah terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Soal Alkitab ga sinkron, dulu pernah ada yg jelasin sih. Bapak2 Gereja juga suka bilang kalo setiap penulis di tiap kitab itu kan beda orang jadi bisa ada pengaruh juga. Yah, ga ngerti juga sih ya. Iman kita cuma bisa bilang di Alkitab ga ada yang salah walau secara kasat mata kayaknya salah.

    Mereka memang ga mengerti sama apa yang mereka ketahui sih. Makanya jadi ngerasa lucu juga dulu sampe debat kusir. Akakakakak.... Gpp sih. Gua juga jadi nguji iman sendiri :p

    BalasHapus
  2. Ahahha,sama kita Nit. Pengen banget orang lain ngerti apa yang kita imani, tapi ya tanpa Roh Kudus memang ga mungkin. Pikiran manusianya kudu ditaklukan dulu dan yang kayak gitu biasanya ga bisa dalam waktu singkat. Kecuali Tuhan berkenan ada mukjizat :p

    BalasHapus
  3. Boleh minta email nya gak? Aku cuma mau sharing tentang pertanyaan2 diatas. Thank you.
    Gbu

    BalasHapus
  4. Comment aku gak usah diapprove ya. Thanks

    BalasHapus
  5. Silahkan mama_newyear@yahoo.com

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

recent posts

Popular Posts

Add Me ON

Blogger Perempuan

BB Member

Daftar Blog Saya

Subscribe