Pendidikan Kristen Mahal??

Selasa, Juni 11, 2013

Beberapa bulan lagi merit dan kami berencana pindah ke Cibubur (jika Tuhan menginginkan). Saya sendiri sudah memberi surat resign pada HRD. Hari ini sambil scanning dokumen, saya otak atik web buat cari kerjaan yang memungkinkan.

Sampailah saya di web sebuah sekolah terkemuka. Sebenarnya daerah sekolah tersebut kejauhan semua dari Cibubur. Lowongan yang ada juga tidak sesuai dengan kapasitas saya, tapi iseng-iseng saya download form aplikasinya.

Waktu saya baca, saya kaget dan langsung mabok. Persyaratannya banyak sekali. Karena sedang chatting dengan teman, saya tunjukkan beberapa persyaratan itu dan dia juga setuju persyaratannya luar biasa ketat dan detail.

Kami bahas seputar pendidikan Kristen dan kenapa seketat itu, sampai satu titik entah kenapa saya jadi berpikir, kok pendidikan Kristen mahal bangeeettt. Sejauh yang saya ingat, memang tidak ada pendidikan berdasarkan iman Kristen yang benar-benar murah.

Saya jadi terpukul sendiri. Jadi inget adik-adik di Sahabat Anak. Pendidikan yang mereka dapat pas-pasan. Sekolah yang seadanya. Yang penting bisa sekolah, bisa lulus, dan dapat ijazah setelah itu bisa kerja, tapi ada juga yang punya mimpi besar bahkan ngerintis bimbel untuk adik-adik jalanan di tempat lain.

Perbandingan bumi dan langit ya.. Adik-adik yang seperti di Sahabat Anak mungkin akan jarang mendengar tentang Tuhan Yesus.

Saya sendiri tidak tahu apa yang membuat saya marah dan terpukul. Saya sendiri bertanya-tanya kenapa saya ga berani ambil bagian disitu? Kenapa saya tidak punya keinginan?? Mungkin memang bukan panggilan atau mungkin karena saya tidak ingin meninggalkan kenyamanan?

"Ah, lo aja mau ngomong 'Yesus mengasihimu' ke murid-murid di sini susah amit-amit, gimana mau bilang kayak gitu ke anak-anak marginal??" itu yang saya pikirkan...

Entah ya... Mungkin ini cuma persepsi saya, mungkin cuma perasaan saya.

Adik-adik di jalanan mungkin sudah merasakan kasih Tuhan lewat kakak-kakak volunter dan adik-adik yang lebih berada sudah merasakannya dari guru-guru mereka. Tuhan punya cara sendiri untuk menyatakan kasih-Nya. Tidak bisa dipukul rata dengan cara yang sama.

Kerinduan cuma satu, di dunia pendidikan untuk orang berduit atau pun pendidikan yang seadanya, nama Tuhan tetap dipermuliakan. Anak-anak bisa ngerasain kasih Tuhan. " Hei, Tuhan itu baik!" dan mereka bisa bilang, " Iya, Ka/Pak/Bu/Ms/Mr.. Tuhan itu baik!"

Lagipula, hati Tuhan lebih hancur saat ada anak-anak yang Ia kasihi tapi tidak bisa merasakan kasih Tuhan..Lebih hancur daripada yang saya rasakan.

Huikss...T.T

You Might Also Like

0 op-knee

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

recent posts

Popular Posts

Add Me ON

Blogger Perempuan

BB Member

Daftar Blog Saya

Subscribe