Cerpen: BATU KARANG

Saya adalah salah satu orang yang terpesona pada sosok Petrus. Bukan karena kehebatannya membuat 3000 orang bertobat dan menerima Tuhan Yesus, tapi karena rasa cintanya yang besar pada Tuhan Yesus. ya, dia pernah gagal dan dia merasa ciut dengan hidupnya. Bisa bilang dia adalah Si Tukang Omong Besar.

Tapi hatinya yang sudah terpaut pada Tuhan membuat ia tidak berhenti. Sebenarnya kalau saya jadi dia, mungkin saya akan meninggalkan murid-murid yang lain karena rasa malu yang saya rasakan. Saya menyangkal Tuhan setelah malam sebelumnya berkoar-koar akan membela Tuhan sampai mati.

Petrus tidak lari. Petrus tetap berada di tengah-tengah saudara seimannya. Saya semakin jatuh hati pada tokoh Petrus saat pementasan drama Paskah tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Di situ tim drama kami mencoba menggambarkan keadaan murid-murid selama 3 hari Tuhan Yesus berada di dalam kubur.

Nah cerpen  BATU KARANG ini adalah hasil pengembangan pemikiran saya, bagaimana hancur hatinya Petrus saat merasa ditinggalkan Tuhan. Lebih dari semua kebodohan yang dia buat, saya hanya ingin mengekspose hati Petrus yang mencintai Tuhan begitu dalam. Hidupnya berubah saat bertemu Tuhan, sekalipun dia masih bodoh.

Saya pun menggambarkan kita sebagai anak Tuhan yang kadang seperti Petrus. Mencintai Tuhan begitu dalam, tapi terkadang terjebak dalam kebodohan dan kebiasaan lama sendiri. Sampai kita mengerti arti kuasa kebangkitan dan kasih karunia serta hati Tuhan, saat itulah kita bisa menjadi Batu Karang. Tidak ada ketakutan. Tidak ada kegentaran. Yang ada hanya kepercayaan kepada Tuhan.

Please your comment ya. Kritik dan pendapat sangat saya butuhkan :D.  Komen di cerpennya yaa..jangan di sininya..hehhehe.. Kalo memberkati mungkin bisa dishare. Pengen tahu tanggapan orang seperti apa. Bener-bener butuh peneguhan :D.

0 Comments