Menabur Yang Baik, Menghabiskan Tuaian Yang Buruk

Selasa, April 23, 2013

Tanggal 20-21 April, saya dan Aki mengikuti Heart to heart Camp. Camp khusus pasangan muda yang sudah berencana menikah dalam beberapa bulan ke depan.

Awalnya saya benar-benar segan untuk mengikuti camp ini karena biasanya kalau untuk acara seperti ini pasti akan banyak menguras-nguras dan mengorek-ngorek hal-hal yang sudah tidak mau saya ingat-ingat lagi. Luka-luka lama dan hal-hal yang menurut saya tidak perlu diingat-ingat lagi.



Tapi, mau tidak mau saya pun ikut. Jauh di hati saya, saya juga ingin pulih, ingin merobohkan tembok-tembok yang saya bangun setiap kali saya kecewa pada suatu hal. Sekalipun memang saya sudah melepaskan dan belajar berespon dengan benar, toh namanya kecewa ada bekas-bekas. Bekas-bekas yang membuat kita membangun tembok kita sendiri untuk menjaga hati kita supaya tidak terluka.

Pada waktu pra-camp, pemimpin mengingatkan bahwa di camp kita akan ‘disunat’ secara rohani. Hal-hal dari masa lalu kita yang bukan berasal dari Allah, pemikiran-pemikiran yang bukan berasal dari Tuhan akan Tuhan CUT. Waktu pemimpin mengatakan hal itu, saya jadi ingat beberapa minggu belakangan banyak hal-hal yang Tuhan ingatkan tentang masa lalu saya.

Misalnya perkataan orang tua dan lingkungan yang mengatakan saya menyusahkan orang tua karena sakit-sakitan (asma). Hampir setiap minggu saya pasti sakit dan obat yang saya konsumsi itu tidak murah. Ayah saya bilang sudah bisa membeli beberapa mobil.

Taburan perkataan ini membuat saya menjadi orang yang selalu berpikir ‘ Jangan nyusahin orang!’. Saya sulit meminta tolong pada orang lain. Saya lebih memilih menyelesaikan semuanya sendiri daripada melihat orang lain menggerutu karena saya susahkan. Lebih baik mengerjakan segala sesuatunya sendiri daripada melihat orang lain berkorban untuk saya.

Karena itu, setiap kali ada orang lain yang menawarkan bantuan kepada saya tanpa saya minta, saya akan sangat berterima kasih sekali. Akan sangat mengingat bantuan yang ia berikan. Jadi merasa tidak sendirian.

Ini salah satu pergumulan terberat saya hampir sepanjang pertumbuhan rohani saya. Saya bisa mudah terbuka pada orang lain tentang keburukan saya, tapi saya sangat sulit mengandalkan orang lain. Tuhan terus mengingatkan saya untuk meminta dan meminta. Bahkan pada Tuhan harus berani minta yang tidak saya butuhkan, yang sepele dan tidak saya perlukan. Jika Tuhan berkenan, Ia pasti memberikan.

Masih banyak lagi hal-hal yang Tuhan bukakan. Semua pemikiran dan perasaan yang bukan dari Kristus memang harus ‘disunat’ karena jika tidak dibereskan dan ditinggalkan hari ini, maka akan terbawa di kehidupan pernikahan. Orang tua saya dan lingkungan saya sudah menabur hal yang kurang baik pada hidup saya dan saya harus menuainya hari ini. Kalau saya masih berkutat di situ, maka pasangan saya nantinya akan menuainya juga. Karena itu, saya harus meninggalkannya dan menabur hal-hal yang baik, yang mulia, yang berasal dari Bapa, supaya hasil tuaian dari taburan masa lalu akan habis pelan-pelan.

Yang pasti selama camp kemarin banyak dibukakan. Dapet banyak pengertian baru. Saya dan Aki juga memperbaharui komitmen kami. Komitmen untuk menuai sama-sama akibat dari taburan masa lalu kami. Baik ataupun buruk. Sambil menuai dari masa lalu, kami belajar menabur yang baik. Ga mudah, tapi mau belajar… Tuhan berserta kami.

Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan. Hosea 10:12

Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: "Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh.
Yeremia 4:3

You Might Also Like

2 op-knee

  1. kamu gereja dimana ya lasma? abalove bukan ya?
    keren banget nih ada camp gini. camp pra pernikahan. bener2 gereja yg sungguh sayang sama jemaatnya sampe memperlengkapi hingga ke kecil2nya eheh :)

    congrats for making such a wise decision to join the camp, and far from that for taking a step untuk mau dimuridkan :) bukan hanya listener but a doer as well.

    truly believe ur marriage will be a blessing to many :D

    BalasHapus
  2. Iya, di abbalove Yan. Thank you buat doanya...ekekke.. Linknya yang di FB juga memberkati sekali. Tadinya ga pede bacanya, soalnya bahasa inggris saya masih ndeso, ternyata ngerti juga. Akakka..

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

recent posts

Popular Posts

Add Me ON

Blogger Perempuan

BB Member

Daftar Blog Saya

Subscribe