Standar Kekudusan itu Seberapa sih??

Senin, Desember 26, 2011

Tadi baru baca blognya Stefani tentang perjalanan kelas KARAMELnya. Di salah satu postingan Fani ada yang membahas tentang kekudusan. Topik yang kalau kamu pasang di facebook pasti akan pro dan kontra standar kekudusan itu sejauh mana.

Sampai sekarang saya sendiri masih bertanya-tanya standar kekudusan itu sampai mana? Kalau dari saya masuk komsel dikatakan tidak boleh sentuh lawan jenis. Waktu itu saya setuju 100 % ...Hahahha...Saya sendiri ada paradigma yang jelek tentang lawan jenis, makanya tidak mau disentuh. Buat yang tidak mengerti maksud dari nilai-nilai ini akan mengatakan kita ekstriim. Berlebihan. Apalagi kalau baca tulisan-tulisan Ci Lia atau Fani, yang pasang standar tidak gandengan tangan selama bangun hubungan atau tidak foto berdua..(Saya sendiri shock bacanya karena sudah banyak foto berduanya...Akakakakka...)

Yang jadi kebingungan saya pada saat saya membaca buku Boy meets Girl, di situ diceritain kalau si penulis punya standar kalau mereka boleh pegangan tangan, beri salam di pipi, atau tepuk bahu. Loh, kok mereka bolehh?? Waktu itu sih nanggepinnya dengan stabil. Tapi makin ke sini, makin saya pertanyakan...Sejauh mana standar kekudusan itu?

Alkitab tidak pernah mengungkapkan secara gamblang "ga boleh gandengan tangan, ga boleh cium, ga boleh peluk." Tapi kita ga bisa bohong kalau otak kita, Tuhan kasih hikmat untuk bisa membedakan mana yang tidak boleh dan mana yang boleh.


Yeremia 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.


Kalau begitu Johm Harris melakukan dosa?? Bukan juga. Terus gimana dong??

2 Timotius 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

Apa sih arti dari ayat di atas?? Artinya kita kejar keadilan dengan HATI YANG MURNI, kita jadi orang yang setia dengan HATI YANG MURNI, kita menjadi begitu pengasih dan pembawa damai dengan HATI YANG MURNI.


1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Segala sesuatu diukur dari ini. HATI...takaran mutlaknya Babe. Kenapa Tuhan Yesus lebih senang kumpul sama orang-orang berdosa?? Karena orang-orang berdosa tidak pakai topeng. Mereka datang dengan apa adanya.

Kenapa Tuhan pilih Yeremia yang akhirnya malah gagal membuat bangsa israel gagal? Karena Tuhan lihat hati.
Kenapa Tuhan pilih Ruth yang bukan keturunan Israel? Karena Tuhan lihat hati.
Kenapa Tuhan pilih Yakub si penipu? Karena Tuhan lihat hati.

Jadi sebenarnya intinya apa?? Standar kekudusan ada di hati. Beri makan hati kita dengan Firman Tuhan, maka kita tahu apa itu standar kekudusan.

Saya ingat obrolan saya dengan salah satu sahabat saya tentang kekudusan dalam berpacaran. Apakah kalau yang pegangan tangan waktu pacaran mereka tidak kudus? Belum tentu. Bukan masalah pegangan tangannya yang menjadi masalah, tapi komitmen apa yang sudah di buat antara kita dan pasangan. Dosa muncul karena ada kompromi, kalau kita berkomitmen it's ok buat pegangan tangan, tapi ga boleh pelukan...Jangan dilanggar. Kalau berkomitmen ga pegangan tangan, jangan dilanggar. Kompromi terhadap hawa nafsu yang bikin dosa itu berbuah.

Terus gimana cara bikin standar kekudusan yang pas buat kita sama calon PH?? Secara logika, seperti kata Ci Lia, hindari sebanyak mungkin sentuhan fisik. Kalau mau lebih pas...BERDOA dan diskusi sama partner kita. Gimana pun yang namanya hubungan di jalanin bareng-bareng. Komitmen bareng-bareng. Mana yang sepertinya ga masalah dan mana yang kita anggep bisa bikin jatuh. Kalau dalam doa kita Tuhan katakan lewat hati nurani kita jangan gandengan tangan, ya taat. Ukurannya, hati nurani yang murni.

Berarti kalau kita doa terus hati kita bilang ciuman dan pelukan gpp, boleh ciuman dan pelukan dong?? *Gaya ABG ... Menurut loo?? Yang bener-bener doa pasti tahu jawabannya apa. Bisa bedain yang namanya lust and love.

Untuk kita sendiri sebagai cewe harus punya standar pribadi yang bisa ngejagain diri dari kemungkinan untuk kompromi. Misalnya, cowo dilarang masuk kamar. Ini ampuh banget buat jaga diri kita. Saya sendiri pasang standar ini kuat-kuat dan Aki ngerti banget. Dia lewatin pintu kamar saya tidak pernah lebih dari 30 detik, itu pun cuma untuk nitip barang.

TAMBAHAN
Saya sih bicara ini karena mengalami sendiri. Saya punya standar yang tinggi tentang bangun hubungan sampai ngerasain sendiri, ternyata buat bangun hubungan itu tidak gampang. Kita ga cuma harus toleransi sama pasangan, tapi juga toleransi sama diri kita sendiri. Kenapa diri kita sendiri? Karena waktu kita bangun hubungan, banyaaakkkk kelemahan kita yang terkuak terutama ego dan kesombongan (apalagi yang belum pernah bangun hubungan).

Jadi bisa ngerti kenapa orang-orang yang bangun hubungan dengan cara yang salah, bisa kabur dari gereja dan menghilang di telan bumi. Kenapa ya?? Karena penilaian dan penghakiman.  Waktu saya belum bangun hubungan, saya melihat orang gandengan tangan langsung ngecap " GA KUDUS"..padahal siapa tahu udah nikah..>Hahahhaha...Intinya sih, terutama yang belum pada bangun hubungan, jaga hati, supaya tidak menjudge orang lain yang tidak punya standar yang sama dengan diri kita.

Jaga hati juga, cerita cinta kita bukan cerita cinta orang lain tapi cerita cinta yang Tuhan tuliskan bersama kita dan pasangan. Kadang-kadang waktu kita melihat cerita orang lain, kita langsung berpikir mau yang seperti ini atau yang seperti itu (seperti saya), yang akhirnya membuat kita mengkritik calon pasangan kita.

Apalagi kalau sudah baca blognya Ci Shinta dan Ci Lia...Kita pasti bayangin pangeran berkuda seperti hubbynya mereka (nda boleehh..akakka). Secara garis besar mereka adalah pria yang bisa dijadikan teladan, tapi kita perlu ingat juga kalau mereka masih punya kelemahan. Pernikahan Ci Lia dan Ci Shinta juga pasti tidak mungkin tanpa masalah, kehidupan pernikahan mereka terlihat indah dan luar biasa karena mereka memperjuangkannya. Mereka ambil bagian mereka buat berfungsi sesuai peran mereka. Balik lagi, hati mereka di taruh di tempat yang bener. (Ci Lia and Ci Shinta fairy tale versi rohani...Hahhahaha...)

Waktu saya belum bangun hubungan saya punya fairy tale sendiri tentang pernikahan yang kudus. Dari A - Z ...sampai akhirnya semuanya runtuh...Jadi ngaca, saya bukan orang suci yang bisa dapet pasangan hidup seperti malaikat tak bersayap. Saya masih manusia yang punya kekurangan dan Tuhan pun hadepin saya dengan seorang manusia berjenis kelamin pria dengan segala kelemahan dan kekuatannya..

Kalau mau diceklist, banyak banget kelemahan dari hubungan kami ini. Yang bisa bikin hubungan ini tetap berjalan cuma kasih karunia dari Tuhan..Yang bisa bisa hubungan ini tetap terjaga dijalurnya Tuhan, cuma kasih karunia...

Tuhan tunjukkan banyak kelemahan, tapi Dia juga tunjukkan banyak penyertaan...Jadi kunci dari semuanya terutama tentang kekudusan adalah "APA-APA TANYA TUHAN, SEDIKIT-SEDIKIT TANYA TUHAN".

*Tiap nulis kayak begini suka takut serangan balik =ketok2 meja...Amit2..Tuhan Yesus yang jagai..


You Might Also Like

2 op-knee

  1. iya in prtnyaan bnyak org.. digreja aku dan plyanan aku, stndarnya tinggi pisan dan strict, trutama jaman duu sih...skrg mah untung udah bnyak prubahan laaa... for me yg blm bngun hbungan kadang susah jg utk ga ngejudge org hahaha tapi aku bljr sih utk g kaya gitu =,=' aku in sering brhrap bnyak ama org2 yg udh bngun hbungan and udh lbh dwasa utk bs kasih teladan, coz ak prnah kcewa berat ama org2 yg lbh tua/dwasa and failed bgt dlm hal ini...and itu dmulai dri gandengan dan terus kmana2 ;p But yah ak bljr g bole cpt mnghakimi jg si...dung dung dung..>_< eniwei aku pribadi prcaya klo kekudusan itu adalah buah bukan akar..krna Yesus aku telah dibenarkan dan dikuduskan, aku mnjaga kkudusan bukan utk lebih dikasihi Tuhan lagi, tapi utk mnjga hbunganku dgn org lain dan mnutup celah iblis..hehehe..

    BalasHapus
  2. Itu kenapa aku juga udah mulai ngerti dan ga ngejudge mereka yang udah pada bangun hubungan dan mungkin jatuh. Memang ga mudah dan ga gampang. Mereka yang pernah jatuh dan bangkit lagi, itu kasih karunia banget...Yang miris adalah mereka yang jatuh tapi bingung harus bangun dengan cara apa karena ngerasa sekeliling melihat dengan menghakimi.

    Mungkin kita ga bilang mereka ini atau itu, tapi kadang-kadang tatapan mata kita bicara banyak. Akhirnya mereka pilih buat jatoh lebih dalam sekalian.

    Kadang-kadang kita pasang standar begitu tinggi sampai lupa kita bisa lakuin kebenaran juga karena kasih karunia, bisa hidup kudus juga karena kasih karunia...Saking kita pegangnya standar itu, kita jadi nuntut orang lain ngikutin standar kita..Akhirnya kita banyak kecewa.
    *Curcol.

    Masalah kudus-kudusan ini memang kuncinya cuma dialog yang terus menerus sama, Tuhan. Boleh ini ga? Boleh itu ga? Bukan karena kita yang pasang standar sendiri, tapi karena memang Tuhan yang bicara apa pada kita.

    Soalnya kadang-kadang kita latahan, orang bicara apa, kita ikut. Orang bikin salah apa, kita ga mau kayak gitu..Pada akhirnya kadang-kadang ternyata kita bikin salah yang sama juga. Semuanya karena terlalu cepat menilai.

    So curcooolll...=.=..huhehehhe

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

recent posts

Popular Posts

Add Me ON

Blogger Perempuan

BB Member

Daftar Blog Saya

Subscribe