Agora-Mendamprat Diriku Sebagai Orang Kristen

Senin, Oktober 24, 2011


Agora adalah 2009 Spanyol drama film sejarah yang disutradarai oleh Alejandro Amenábar dan ditulis oleh Amenábar dan Mateo Gil. Bintang-bintang film biografi Rachel Weisz sebagai Hypatia, seorang matematikawan perempuan, filsuf dan astronom di abad ke-4 Masehi Romawi Mesir yang menyelidiki kelemahan sistem geosentris Ptolemeus dan model heliosentris yang menantang itu. Dikelilingi oleh kekacauan agama dan kerusuhan sosial, Hypatia perjuangan untuk menyimpan pengetahuan kuno klasik dari kehancuran. Max Minghella co-bintang sebagai Davus, budak Hypatia, dan Oscar Isaac sebagai mahasiswa Orestes Hypatia's, prefek dari Alexandria.Cerita fiksi sejarah menggunakan untuk menyoroti hubungan antara agama dan sains di tengah penurunan politeisme Yunani-Romawi dan Kristenisasi kekaisaran Romawi. Judul film ini mendapatkan namanya dari agora, tempat berkumpulnya di Yunani kuno, mirip dengan forum Romawi. Film ini diproduksi oleh Fernando Bovaira dan ditembak di pulau Malta dari Maret sampai Juni 2008. Justin Pollard, co-penulis The Rise and Fall of Alexandria (2007), adalah penasehat sejarah untuk film ini.Agora telah diputar di luar kompetisi pada Festival Film Cannes 2009 pada bulan Mei, dan dibuka di Spanyol pada tanggal 9 Oktober 2009 dan menjadi film terlaris tahun tertinggi untuk negara itu. Meskipun film itu kesulitan menemukan distribusi, itu dirilis di seluruh negara menurut negara akhir 2009 dan awal 2010. Film ini mendapat persetujuan 54% rating dari Rotten Tomatoes keseluruhan. Agora memenangkan tujuh Penghargaan Goya di Spanyol, termasuk Best Original Screenplay.

Dari film ini saya belajar satu hal, apa yang kamu percaya tanpa kamu hidupi dengan benar akan menjadi hal yang mengerikan. Saya sebagai orang Kristen memiliki kepercayaan bahwa orang Kristen akan sering di tindas dan di siksa, tapi pada kenyataannya, meski pun ini sebuah film, ada masa-masa di mana orang-orang Kristen menjadi pelaku kekerasan bahkan menjadi pihak yang ditakuti karena kekerasan dan kejahatannya.

Tidak ada Kristus, tidak ada kasih, tidak ada mukjizat...yang dirasakan orang yang tidak mengenal Kristus adalah orang Kristen itu kejam dan jahat...

Film ini menjadi evaluasi bagi diri saya sendiri, orang Kristen yang seperti apakah saya. Sudahkan Kristus terlihat dalam kehidupan saya? Sudahkah orang lain mengatakan " Ada Kristus di dalam hidupnya."?...

Itu kerinduan terbesar saya, saat orang bisa melihat bahwa Tuhan yang saya sembah adalah Tuhan yang hidup...only by His Grace..

You Might Also Like

0 op-knee

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

recent posts

Popular Posts

Add Me ON

Blogger Perempuan

BB Member

Daftar Blog Saya

Subscribe