Belajar Dari World Cup 2010

Minggu, Juli 11, 2010

my Favorite team Germany..luph u all guyss!!^^



Piala Dunia sudah mau selesai. Tinggal menunggu pertandingan final antara tim tango dan kompeni. Hehhehe...Tim kesayangan saya hanya dapet juara 3, tapi lumayanlah ya...mereka pemain-pemain muda tapi sudah bisa mengikuti pertandingan sampai sejauh ini.

Bukan mau membicarakan siapa yang bakal menang atau kalah. Atau membahas ramalah si Gurita Paul apakah benar atau salah, saya cuma mau membahas tentang pelajaran yang saya dapat dari mengikuti pertandingan bola.

Sejauh ini, pertandingan World Cup (WC) yang saya ikuti hanya Jerman..Hahhaha..kalau menonton yang lain, sudah tidak niat...Ada beberapa hal yang saya pelajari selama momen WC ini.


1. Kesalahan 1 orang adalah kesalahan 1 tim. Dulu di Gereja, saya sering diingatkan akan hal ini. Terngiang-ngiang di kepala saya tapi saya belum mengerti betul apa yang dimaksud dalam hal ini. Sewaktu saya menonton pertandingan WC, saya baru mengerti apa maksud dari kalimat ini. Pada saat kita berada dalam satu kelompok dengan satu tujuan, kita tidak bisa membawa nama kita secara pribadi. Jika salah satu gagal, maka semuanya gagal...Jika salah satu menang maka semuanya akan menang.

Seperti dunia olahraga, terutama sepak bola...Hanya satu orang yang mencetak gol tapi satu tim yang bersorak sorai...Begitu pula saat kiper gagal menahan bola masuk ke gawang..Kegagaln kiper sama dengan kegagalan satu tim...Kita tidak bisa menyalahkan satu orang atau memuja satu orang saja dalam tim..

Karena itu saya sangat mendukung Jerman yang kerjasamanya sangat kental terlihat..hahaha..

Tidak rugi bangun pagi-pagi buta hanya untuk nonton bola karena bukan hanya candunya saya nikmati, tapi juga pelajaran yang berharga..

Mungkin kita juga bisa belajar dari Christiano Ronaldo Cristiano Ronaldo yang pada saat kekalahan timnya sempat bersikap tidak menyenangkan. Seperti halnya kesenangan, kesedihan satu tim harus dinikmati bersama.


2. Hal kedua yang saya pelajari dari WC adalah sejarah di masa lalu bisa memacu kita untuk lebih berprestasi tapi pada kenyataannya kita tidak bisa terpaku pada kejayaan masa lalu. Generasi yang saat ini ada berbeda dengan generasi kemarin. Beberapa orang menebak bahwa negara-negara yang sudah berpengalaman di WC yang akan menang tapi pada kenyataannya Belanda dan Spanyol, tim yang tidak dikira-kira yang masuk final. Jadi, generasi sekarang harus membuat kejayaannya sendiri, bukan kejayaan dari tetuanya.


3. Sejak saya mengikuti pertandingan WC, saya banyak berkomunikasi lagi dengan teman-teman yang sudah lama tidak kontak dengan saya. Walaupun hanya lewat FB atau Twitter, ternyata WC dapat menyatukan orang-orang (walau pada akhirnya bisa memisahkan juga karena berbeda tim favorite hahaha). Saya teringat kata-kata pemimpin rohani saya yang mengatakan, kalau yang paling bisa menyatukan perbedaan orang banyak ternyata bukan musik, tapi olahraga. Orang-orang dalam 1 band bisa mempunyai warna musik masing-masing, tapi olahraga hanya punya satu warna dan itu mengeratkan hubungan antar individu yang ingin mencapai 1 tujuan, yaitu kemenangan. Yang bisa memishkannya hanya 1, kepentingan pribadi.

Ya..Itu saja yang saya pelajari dari WC. Mungkin ada yang lain yang saya pelajari tapi saya hanya ingat tiga ini. Semoga menginspirasi dan memberkati. God Bless..^^

You Might Also Like

0 op-knee

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

recent posts

Popular Posts

Add Me ON

Blogger Perempuan

BB Member

Daftar Blog Saya

Subscribe